Postingan

Menampilkan postingan dengan label cinta

Haruskah Mengorbankan Karier Demi Keluarga?

Dari judulnya saja, tulisan ini merupakan tulisan mengenai kegalauan saya. Sudah hampir tiga tahun ini, saya galau berat. Pasalnya, calon suami minta saya untuk meninggalkan karier kewartawanan yang sudah saya bangun demi bisa merawat anak kelak kalau kami sudah menikah. Bagi saya meninggalkan karier bukan hal yang mudah. Walaupun saat ini saya berstatus wartawan freelance, saya berharap suatu saat saya bisa bekerja kembali di perusahaan media, syukur-syukur kalau jadi redaktur. Bagaimanapun juga saya sudah membangun karier dengan susah payah, jatuh bangun dari jadi wartawan, resign dan diberhentikan sampai bisa bangkit lagi semua sudah saya lakoni. Kebayang kan perjuangan saya… Itu cerita saya. Sementara, si Nyonyo, calonku itu juga pernah saya minta untuk meninggalkan karier kepengacaraanya. Tapi dia belum jadi pengacara kok. Sambil kerja sebagai staff pengacara, Nyonyo juga kuliah ektensi Hukum. Rencananya, setelah lulus mau ikutan PKPA terus jadi pengacara. Jujur, saya ...

Bingung Bikin Jadul, Yang Jelas Masih Cerita Tentang Saya dan Nyonyo

Saya mau cerita lagi tentang hubungan saya dan Nyonyo. Cerita ini memang tidak ada habisnya karena selalu ada pesan baru yang Tuhan berikan di setiap hubungan ini. Jadi Rabu malam akhir Januari 2018, hujan mengguyur kota saya. Akibatnya, kami gak bisa nonton super blue blood moon hehehe. Tapi bukan itu yang mau saya ceritakan. Tapi tenteng hubungan saya dengan Nyonyo. Jadi malam itu rencananya kami akan maesong sdaudara Nyonyo yang meninggal dunia. Tapi walaupun tidak saling mengatakan, ada rasa malas buat kami berdua. Nyonyo bilang bahwa dia malas, saya juga. Akhirnya kami gak jadi maesong. Maka dibahaslah permasalahan kami berdua. Awalnya Nyonyo bercerita bahwa dulu dia bertemu dengan seseorang yang mengatakan kepadanya bahwa jika Nyonyo punya keinginan dan ingin terkabul, dia harus hidup prihati yaitu dengan mengurangi makan dan tidur. Sejak itu, Nyonyo rajin berpantang yaitu tidak makan makanan yang berbahan beras dan yang bernyawa, dalam hal ini daging, ikan, termasuk teri, reb...

Zona Nyaman

Saya sering mendengar bahwa zona nyaman adalah kondisi yang membuat kita tidak berkembang dan tidak bisa maju. Menurut saya benar juga. Misalnya saya hanya mau bekerja di kota asal saya dan bekerja di perusahaan yang sama selama bertahun-tahun. Udah kerjanya rodi, gajinya juga dibawah UMR, tapi kok betah ya? Tentu saja, itu karena saya merasa nyaman di sana. Biarpun gaji kecil, kerja rodi tapi ada hal-hal lain yang membuat saya nyaman. Apa saja? Setiap orang pasti punya alasan masing-masing. Teman saya ada yang mengalami hal itu. Menurut dia, walaupun gaji kecil dan kerja rodi tapi di sana dia bisa banyak belajar. Dia juga sudah sangat akrab dengan bosnya. Lalu apakah dia ada kemajuan? Mungkin dari segi ilmu yang didapat dia mengalami kemjuan. Untuk gaji  mungkin tidak. Masalah zona nyaman ini bukan hanya untuk karier kita lho. Kita juga sering hidup dimana kita selalu merasa nyaman dengan kondisi emosional kita. Misalnya, kita adalah pribadi yang mudah khawatir, mudah iri, mu...

Surat Untuk Wanitaku Yang Selalu di Hatiku

Halo wanitaku, Bagaimana kabarmu. Aku percaya kamu pasti baik-baik saja. Sudah lama aku tak bertemu denganmu. Bahkan, sudah lama aku tak melihatmu secara langsung. Namun, aku bersyukur, Semesta masih mengijinkanku melihatmu melalui foto-foto yang kamu unggah di media sosialmu. Wanitaku, sudah lama sekali aku ingin bertemu denganmu. Rasanya, aku sudah tidak kuat lagi menahan rindu di dadaku. Tapi, mengapa rasanya sulit sekali bertemu denganmu? Aku sadar, banyak kesalahan yang kuperbuat padamu. Tak bisa kupingkiri, kamu pasti kecewa. Wanitaku, tak dapat kuhitung berapa banyak kesalahan yang aku perbuat. Mungkin kamu lebih tahu berapa kesalahanku. Barangkali hal-hal yang tak sengaja kulakukan pun tanpa sengaja sudah melukai hatimu. Ah, benar, aku mungkin manusia yang tak punya hati hingga tega melukaimu. Bahkan, aku akui aku sengaja membuatmu marah melalui perkataan dan sikapku. Tapi, tahukah kamu wanitaku. Kau menyesal melakukan itu semua Aku sadar semua hal yang m...

Surat Untuk Pria Yang Kuharap Kelak Menjadi Pendampingku

Halo, apa kabarmu sayang?   Aku tahu dan aku percaya bahwa kamu baik-baik saja. Setidaknya, hal itulah yang bisa aku tangkap sekalipun kita tidak setiap hari bertemu. Tapi, melalui percakapan kita sehari-hari melalui SMS, BBM, ataupun telepon aku percaya bahwa kamu baik-baik saja. Kadang-kadang, kamu mengeluh padaku bahwa kondisimu kurang fit karena kelelahan. Namun, rasa lelah serta flu dan sakit kepala yang menyerang dirimu sepertinya tak menyurutkan semangatmu untuk terus berkarya. Aku paham kerja keras yang kamu lakoni saat ini bukan hanya untuk kamu, tetapi untuk aku dan untuk masa depan kita kelak. Semua perjuangan yang kamu lakukan saat ini bukan hanya untuk kamu nikmati, tetapi kamu ingin agar akupun turut menikmatinya. Sayang, tahukah kamu. Kadang-kadang aku merasa cemas karena kamu bekerja terlalu berat. Namun aku tak bisa melarangmu karena aku sadar kamu sedang berjuang untuk kita. Setiap hari, kamu selalu bercerita padaku bahwa kamu pulang terlambat karen...