Postingan

Menampilkan postingan dengan label hidup

Kualitas Perempuan Bukanlah Seperti Label Konstruksi Sosial

Kapan nikah? Anaknya udah berapa? Cuma mau punya anak satu? Kok gak bisa masak? Ngiris bawang bukan begitu caranya.  Para perempuan, pernahkah kamu mendengar pertanyaan dan celotehan seperti di atas? Saya sering. Pertanyaan kapan nikah selalu menghampiri saya, apalagi ketika saya sudah memiliki gandengan. Setiap saya datang ke reuni, kondangan, atau hanya bertemu di jalan mereka selalu mempertanyakan hal itu. Seolah-olah tidak ada pertanyaan basa basi lain selain kapan nikah. Lama menjalin kasih dan tak juga menikah, teman-teman kembali memberi pertanyaan yang sama. Kata mereka, jangan lama-lama  menunggu nikah karena usia saya yang sudah tua dan nati akan sulit punya anak. Ada lagi yang berkomentar nanti jadi maksiat. Saya jadi berpikir, apakah hubungan yang tak kunjung diresmikan selalu berujung maksiat? Berbeda halnya saat saya masih single. Saudara dan teman-teman  berebut memperkenalkan saya dengan para pria. Kata mereka, sudah saatnya saya memikirkan pernikah...

Surat Untuk Pria Yang Kuharap Kelak Menjadi Pendampingku

Halo, apa kabarmu sayang?   Aku tahu dan aku percaya bahwa kamu baik-baik saja. Setidaknya, hal itulah yang bisa aku tangkap sekalipun kita tidak setiap hari bertemu. Tapi, melalui percakapan kita sehari-hari melalui SMS, BBM, ataupun telepon aku percaya bahwa kamu baik-baik saja. Kadang-kadang, kamu mengeluh padaku bahwa kondisimu kurang fit karena kelelahan. Namun, rasa lelah serta flu dan sakit kepala yang menyerang dirimu sepertinya tak menyurutkan semangatmu untuk terus berkarya. Aku paham kerja keras yang kamu lakoni saat ini bukan hanya untuk kamu, tetapi untuk aku dan untuk masa depan kita kelak. Semua perjuangan yang kamu lakukan saat ini bukan hanya untuk kamu nikmati, tetapi kamu ingin agar akupun turut menikmatinya. Sayang, tahukah kamu. Kadang-kadang aku merasa cemas karena kamu bekerja terlalu berat. Namun aku tak bisa melarangmu karena aku sadar kamu sedang berjuang untuk kita. Setiap hari, kamu selalu bercerita padaku bahwa kamu pulang terlambat karen...