Postingan

Menampilkan postingan dengan label pekerjaan

Ketika Tekhnologi Menghilangkan Penghasilan

Gambar
Beberapa waktu lalu ojek pangkalan dan ojek online di kota saya geger. Pasalnya ojek pangkalan alias opang menolak keberadaan ojek online alias ojol. Menurut opang, penumpang mereka turun karena keberadaan ojol. Akhirnya Pemkab membuat keputusan bahwa ojol hanya untuk makanan dan kurir sedangkan opang mengangkut penumpang. Banyak warga yang heran si opang ini banyak yang punya smartphone, tapi kok mereka gak mau bergabung sama ojol. Konon manajemen ojol sudah mengajak opang untuk bergabung tapi mereka gak mau. Masyarakat juga mengaitkan dengan revolusi industri 4.0 yang mana semua akan berbasis teknologi. Sebenarnya teknologi bukan hanya menurunkan penumpang opang Sudah lama penumpang opang dan angkot turun karena masyarakat lebih suka menggunakan kendaraan pribadi yang dinilai lebih murah, praktis, dan nyaman. Selain opang, teknologi juga membuat banyak orang kehilangan pekerjaan. Sebut saja toko ritel yang harus gulung tikar karena konsumen lebih memilih belanja online. Alhasil ka...

Sarjana Tidak Harus Bekerja di Perusahaan Besar

Tulisan ini pernah dimuat di Rubrik Setetes Embun Majalah Kartini. Ini pertama kalinya tulisan saya berhasil menembus Majalah Wanita Nasional tanpa saya harus bekerja di redaksi majalah itu. Tulisan ini saya post sesuai dengan versi aslinya. sementara, tulisan yang dimuat di Majalah Kartini sudah mengalami pengeditan. Judulnya diubah menjadi Hikmah Di Balik Perjuanganku Mencari Pekerjaan Di tengah persiangan yang tinggi dalam mendapatkan pekerjaan, gelar akademis bukan lagi sebuah keistimewaan. Walaupun aku memiliki gelar sarjana, namun, aku rela bekerja sebagai karyawan biasa di sebuah toko. Menjadi seorang sarjana adalah cita-citaku sejak kecil karena aku ingin mendapatkan pekerjaan dan gaji yang layak. Keinginanku itu didukung oleh kedua orang tuaku. Walaupun saat itu perekonomian keluargaku terpuruk, namun, orang tuaku berjuang agar aku bisa kuliah sampai lulus.. Masa kuliah adalah masa dimana aku sering mengalami jatuh bangun. Karena perekonomian keluargaku pas-pasan, seda...