Postingan

Menampilkan postingan dengan label ibu rumah tangga

Buat Suami yang Melarang Istrinya Bekerja dan Istri yang Berniat jadi Ibu Rumah Tangga Saja, Baca Ini

Berhubung terlalu banyak yang dipikirkan sampe-sampe saya lupa mengisi blog ini. Singkat cerita saya sudah balikan dengan Nyonyo. Lalu apakah hubungan kami membaik? Awalnya iya, tetapi beberapa hari ini kembali terjadi perdebatan untuk masalah yang sama yaitu karier. Sebelum tahun baru saya dan Nyonyo sepakat bahwa Nyonyo tetap bekerja menjadi pengacara tapi di hanya di Jawa Tengah aja. Awalnya dia menolak, pengen juga sidang di luar Pulau Jawa. Tapi dengan tegas saya katakan bahwa saya sudah mengalah tidak menjadi wartawan. dengan menjadi wartawan saya punya kesempatan bisa bepergian bahkan hingga ke luar negeri. Nyonyo setuju asalkan saya mau hidup sederhana. tapi, kemaren-kemaren saya merasa tidak percaya dengan yang Nyonyo katakan dan terjadilah perdebatan. Saya terus mempertahankan cita-cita saya untuk tetap bekerja setelah menikah. Tapi Nyonyo tidak terima, malah mengatakan bahwa saya kok maunya keluyuran terus. Saya akhirnya bilang bahwa saya tidak mau punya anak. Eh, dia bal...

Kualitas Perempuan Bukanlah Seperti Label Konstruksi Sosial

Kapan nikah? Anaknya udah berapa? Cuma mau punya anak satu? Kok gak bisa masak? Ngiris bawang bukan begitu caranya.  Para perempuan, pernahkah kamu mendengar pertanyaan dan celotehan seperti di atas? Saya sering. Pertanyaan kapan nikah selalu menghampiri saya, apalagi ketika saya sudah memiliki gandengan. Setiap saya datang ke reuni, kondangan, atau hanya bertemu di jalan mereka selalu mempertanyakan hal itu. Seolah-olah tidak ada pertanyaan basa basi lain selain kapan nikah. Lama menjalin kasih dan tak juga menikah, teman-teman kembali memberi pertanyaan yang sama. Kata mereka, jangan lama-lama  menunggu nikah karena usia saya yang sudah tua dan nati akan sulit punya anak. Ada lagi yang berkomentar nanti jadi maksiat. Saya jadi berpikir, apakah hubungan yang tak kunjung diresmikan selalu berujung maksiat? Berbeda halnya saat saya masih single. Saudara dan teman-teman  berebut memperkenalkan saya dengan para pria. Kata mereka, sudah saatnya saya memikirkan pernikah...