Postingan

Belajar Menerima Pasangan Kita Apa Adanya

Gambar
Kata orang, kita harus bisa menerima pasangan kita apa adanya. Betul? Saya juga sering mendengar kalimat seperti itu. Tapi prakteknya susah banget. Pasti pada setuju dengan ini. Lalu gimana sih cara menerima pasangan kita apa adanya? Oke, saya mau share pengalaman ketika saya berusaha menerima Nyonyo apa adanya. Saya ceritakan dulu, Nyonyo punya hobi pelihara hewan terutama unggas seperti ayam, burung dara, burung lovebird, dan berbagai jenis uanggas. Kecintaannya kepada unggas sudah dimulai sejak kecil. Unggas-unggas itu dia anggap seperti anaknya, bahkan perhatiannya ke 'anak-anak" melebihi perhatiannya ke saya. Sebagai pacar, wajar kalau saya gak terima, masa diduain sama hewan. Sekalian aja kawin sama hewan-hewan itu. Masalah ini kerap menjadi pertengakaran. Apalagi, beberapa orang yang saya tahu, terutama cowok-cowok yang pelihara burung itu malas, lebih sibuk sama burung daripada pekerjaannya . Belum lagi, kalau ada lomba kicau burung. Dia lebih memilih berkumpul sama...

Sering Merasa Kurang Dalam hidup? Baca Ini

Gambar
Selama ini saya sering merasa ada yang kurang dengan diri saya, terutama masalah karier dan penghasilan. Saat ini saya berkarier sebagai penyiar radio dan penulis lepas. Penghasilan saya jauh banget dibandingkan ketika berkarier sebagai wartawan. Karena saya tinggal dengan orang tua, saya tidak perlu khawatir soal makan dan tempat tinggal Penghasilan saya, saya gunakan sendiri untuk beli pulsa dan kuota, jajan, pakaian, dan kebutuhan bulanan. Kadang-kadang saya juga dapat passive income kalau ada saudara yang memberi. Tetapi tetap saja ada ketidakpuasan. Dalam perenungan, ada beberapa hal yang ternyata membuat saya sering tidak puas. Pertama, mungkin saya sering membanding-bandingkan diri dengan kehidupan orang lain. Era media social seperti sekarang ini seolah seperti ajang pamer pencapaian seseorang. Makan di restaurant mahal, jalan-jalan keliling dunia, beli barang-barang mewah seolah sudah jadi hal yang biasa. Gambar nyomot di Google Ini nih 2 seleb yang suka pamer ba...

Ketika Tekhnologi Menghilangkan Penghasilan

Gambar
Beberapa waktu lalu ojek pangkalan dan ojek online di kota saya geger. Pasalnya ojek pangkalan alias opang menolak keberadaan ojek online alias ojol. Menurut opang, penumpang mereka turun karena keberadaan ojol. Akhirnya Pemkab membuat keputusan bahwa ojol hanya untuk makanan dan kurir sedangkan opang mengangkut penumpang. Banyak warga yang heran si opang ini banyak yang punya smartphone, tapi kok mereka gak mau bergabung sama ojol. Konon manajemen ojol sudah mengajak opang untuk bergabung tapi mereka gak mau. Masyarakat juga mengaitkan dengan revolusi industri 4.0 yang mana semua akan berbasis teknologi. Sebenarnya teknologi bukan hanya menurunkan penumpang opang Sudah lama penumpang opang dan angkot turun karena masyarakat lebih suka menggunakan kendaraan pribadi yang dinilai lebih murah, praktis, dan nyaman. Selain opang, teknologi juga membuat banyak orang kehilangan pekerjaan. Sebut saja toko ritel yang harus gulung tikar karena konsumen lebih memilih belanja online. Alhasil ka...

The Right Man In The Wrong Place

Gambar
Halo..haloo. Jumpa lagi sama saya yawww. Sekian lama mencari ide buat menulis, akhirnya ketemulah ide yang satu ini. Tema dan idenya sudah tertuang di judul post kali ini. Yap, The Right Man In The Wrong Place. Saya mau cerita sedikit pengalaman terkait judul di atas. Sebelumnya saya kasih quote dulu ya.. Tapi yang mau saya bagikan dimari bukan tentang quote diatas ya. Jadi beberapa tahun silam, saat saya masih jadi wartawan, saya bertemu dengan Ibu Farida. Waktu itu saya datang bersama teman fotografer, sebut saja namanya Kyky, dia cowok lho ya.. Si Kyky ini sering banget dikritik soal foto karyanya yang katanya gak sesuai foto jurnalistik. Kritikannya cukup tajam. Saya yang cuma denger aja jadi gimana gitu. Periihhh.. Suatu ketika saya cerita masalah ini sama Bu Farida. Awalnya beliau cerita tentang sesuatu yang saya udah lupa. Maklum udah  8 tahun silam. Beliau lalu berkata,"Tidak selamanya the right man in the right place, tetapi ada waktunya The Right Man in The Wrong...

Buat Yang Suka Traveling, Baca Ini Deh

Gambar
Kali ini, saya mau ngomongin soal piknik. Kenapa ngomong soal piknik? Jawabannya adalah karena manusia butuh piknik. Kalo kurang piknik ntar jadi serba gak beres semuanya. Apa-apa yang dilakukan jadi serba salah, bawaannya jadi marah melulu. Ngomong-ngomong soal piknik, terutama piknik ke daerah-daerah asing, termasuk ke luar negeri ini ada dua kubu. Kubu pertama lebih suka backpackeran dan kubu kedua suka pake jasa tur. Kubu pertama bilang backpacker lebih enak, bebas, gak diatur-atur, lebih mandiri, lebih petualang, menantang. Kubu yang ini mengaku mereka lebih tangguh karena semuanya diatur sendiri. Sedangkan kubu kedua ini suka yang terencana, gak repot, yang penting sampe ke tujuan dengan selamat, nyaman, tinggal menikmati aja. Kubu kedua ini konon didominasi oleh mereka yang punya budget lebih, berbeda dengan kubu pertama yang mengaku budgetnya ala kadarnya. Di sini saya mau berbagi tentang pengalaman menggunakan tur ala backpacker, jasa tour atau travel agent, dan op...

Haruskah Mengorbankan Karier Demi Keluarga?

Dari judulnya saja, tulisan ini merupakan tulisan mengenai kegalauan saya. Sudah hampir tiga tahun ini, saya galau berat. Pasalnya, calon suami minta saya untuk meninggalkan karier kewartawanan yang sudah saya bangun demi bisa merawat anak kelak kalau kami sudah menikah. Bagi saya meninggalkan karier bukan hal yang mudah. Walaupun saat ini saya berstatus wartawan freelance, saya berharap suatu saat saya bisa bekerja kembali di perusahaan media, syukur-syukur kalau jadi redaktur. Bagaimanapun juga saya sudah membangun karier dengan susah payah, jatuh bangun dari jadi wartawan, resign dan diberhentikan sampai bisa bangkit lagi semua sudah saya lakoni. Kebayang kan perjuangan saya… Itu cerita saya. Sementara, si Nyonyo, calonku itu juga pernah saya minta untuk meninggalkan karier kepengacaraanya. Tapi dia belum jadi pengacara kok. Sambil kerja sebagai staff pengacara, Nyonyo juga kuliah ektensi Hukum. Rencananya, setelah lulus mau ikutan PKPA terus jadi pengacara. Jujur, saya ...

Bingung Bikin Jadul, Yang Jelas Masih Cerita Tentang Saya dan Nyonyo

Saya mau cerita lagi tentang hubungan saya dan Nyonyo. Cerita ini memang tidak ada habisnya karena selalu ada pesan baru yang Tuhan berikan di setiap hubungan ini. Jadi Rabu malam akhir Januari 2018, hujan mengguyur kota saya. Akibatnya, kami gak bisa nonton super blue blood moon hehehe. Tapi bukan itu yang mau saya ceritakan. Tapi tenteng hubungan saya dengan Nyonyo. Jadi malam itu rencananya kami akan maesong sdaudara Nyonyo yang meninggal dunia. Tapi walaupun tidak saling mengatakan, ada rasa malas buat kami berdua. Nyonyo bilang bahwa dia malas, saya juga. Akhirnya kami gak jadi maesong. Maka dibahaslah permasalahan kami berdua. Awalnya Nyonyo bercerita bahwa dulu dia bertemu dengan seseorang yang mengatakan kepadanya bahwa jika Nyonyo punya keinginan dan ingin terkabul, dia harus hidup prihati yaitu dengan mengurangi makan dan tidur. Sejak itu, Nyonyo rajin berpantang yaitu tidak makan makanan yang berbahan beras dan yang bernyawa, dalam hal ini daging, ikan, termasuk teri, reb...